Kamis, 28 Juni 2018

Dear Kamu, Aku Berpikir Cara Terbaik Meminta Maaf Adalah Membuatmu Terganggu Pada Maafku

Juni 28, 2018 0 Comments

Pernah melakukan kesalahan?
Pernah merasa orang lain melakukan kesalahan padamu?


Ujung-ujungnya kedua hal itu harus diakhiri dengan kata maaf, supaya kesalahan tersebut bisa terampuni.



Aku pernah berada dalam kedua situasi tersebut. Situasi di mana aku yang melakukan kesalahan, dan situasi orang lain melakukan kesalahan padaku.


Di situasi pertama, di sinilah aku yang harus minta maaf. Di situasi kedua, sebaliknya.


Jadi aku bisa merasakan kehidupan secara keseluruhan. Tidak hanya merasakan dari satu sisi saja.
Dan ternyata!!!!!


Entah ini dapat disebut benar atau tidak, aku pikir supaya permintaan maaf kita diterima, kita hanya cukup membuat dia risih.
Maksudnya, selalu ganggu dia. Ucapkan maaf tiap hari. Ucapkan maaf sebanyak mungkin. Buat dia risih!!!
Buat dia terganggu.
Kupikir begitu. Karena begini ....


Aku pernah melakukan kesalahan pada orang. Di situ aku akan meminta maaf. Tapi aku ingin bertindak dengan anggun. Prinsipku adalah meminta maaf tanpa buat dia terganggu.
Jadi aku hanya meminta maaf satu kali seumur hidupku pada dia!


Yaaaa, meminta maaf satu kali sudah cukup bukan? Tidak membuat dia terganggu, tidak juga membuat kita tampak jahat. Sebab masih ada kata 'maaf' yang keluar dari mulut kita.


Hasilnya? Dia tidak pernah merespon. Tidak pernah kembali baik padaku.
Menyedihkan.


Lalu ... aku tak mau terlalu memohon. Dia memaafkanku atau tidak, itu urusan dia. Yang penting kupernah meminta maaf.


Tapi suatu hari, seseorang gantian yang berbuat kesalahan padaku.
Jadi sekarang aku merasakan ada di pihak 'menerima permintaan maaf'.


Cara 'seseorang' itu meminta maaf, sama seperti aku. Cuma meminta maaf satu kali seumur hidup.
Hasilnya? Sama sekali tak kurespon. Tapi dari hatiku yang terdalam, aku sudah memaafkan dia. Aku jadi berpikir, mungkin 'dia' juga melakukan itu padaku. Meski tidak pernah merespon, tapi mungkin dia sudah memaafkanku.


Kembali ke 'seseorang' itu. Caranya sama denganku meminta maaf pada 'dia' (yang bukan seseorang itu). Mungkin maksudnya tidak ingin membuat aku terganggu.


Tapi salah! Aku malah ingin sekali diganggu. Aku ingin dibuat dia risih!


Aku teringat sebuah pesannya. Hanya sebuah!
Sama seperti saat aku mengiriminya pesan. Hanya sebuah.


Di situ aku berpikir, "Kenapa tidak banyak sih? Kenapa cuma sebuah. Ini buat aku canggung untuk merespon maaf-nya."


Yaa, mungkin alasannya canggung. Sebuah pesan ... itu sangat terasa canggung.
Berbeda jika dia mengirim banyak sekali pesan yang  membuatku menjadi sangat terganggu sampai risih, mungkin aku akan membalas pesannya. Mengomelinya. Lalu kita kembali baikkan.


Seperti itu?


Apakah benar kunci agar permintaan maaf kita diterima dengan membuat dia terganggu?


Aku ingin.


Ingin membuktikannya.


Apakah bisa terbukti?


Tapi aku takut.


Aku ingin sekali mencobanya. Membuktikan, apakah yang dia inginkan adalah aku harus mengganggunya dulu supaya dia menerima maafku. Membuat dia merespon. Bukannya terus terdiam dan menganggapku seolah tak pernah ada di dunia.


Begitu kah?


Tapi aku tak mau.


Membuatmu terganggu adalah kebiasaan yang sedang aku hindari sekarang.



Senin, 25 Juni 2018

Tahapan yang Terjadi Saat Kamu Ingin Move On! Santai Aja, Semua Orang Ngerasain Gini Kok

Juni 25, 2018 0 Comments

Tahapan Move On itu rumit.
Ada waktu di mana ia ingin kembali ke tempatnya memberikan hatinya. Ada juga saat ia begitu membuang muka saat mengingat kenangan, saat berpapasan, bahkan begitu semangat ingin melupakannya. Ada juga tahapan saat tiba-tiba kamu lelah. Lalu mulai tergoda untuk kembali, tapi kadarnya di sini masih sedikit. Tapi ada juga yang mengalami kadar tinggi.
Hingga orang-orang menyebutnya sebagai 'kegagalan'


Gagal Move On.



That's normal!



Santai! Semua orang ngerasain itu.


Karena memang itu tahapnya. Lebih jelasnya seperti ini


Tahap 1 : Di sini kamu merasa begitu semangat! Sudah berkeputusan bulat! Kamu akan melupakannya!!! Dan kamu pikir itu sangat mudah!!


Tahap 2 : Kamu semakin menggila. Mulai menghapus semua yang berhubungan dengan dia. Dari mulai foto, history chat, menghapus dia dari pikiran, membuang sesuatu hal yang berkaitan dengan dia, bahkan menghapus kontak atau memblokirnya. Padahal memblokir kontak itu tanda kamu belum bisa move on :p


Tahap 3 : Memulai kegiatan rutin seperti biasa. Dan jika ada hal-hal yang berhubungan dengan dia, kamu akan menolak keras.
Seperti ada teman yang berbicara tentang dia. Mengajak ke tempat dia berada, dan lain-lain.
Di tahap ini, kamu juga mulai bersikap dingin pada dia jika tak sengaja bertemu.



Tahap 4 : Yang terjadi tak jauh beda dengan tahap ketiga.


Tahap 5 : Mulai mengoleksi lagu galau. Entah itu lagu tentang rindu, patah hati, cinta. Dan itu mulai kamu dengarkan tiap malam atau saat sendirian.


Tahap 6 : Kamu lebih banyak melamun. Dengan ditemani lagu-lagu tadi.


Tahap 7 : Mood-mu gampang berubah. Tapi lebih banyak kamu seperti selalu ingin marah-marah.


Tahap 8 : Di tahap ini, kamu mulai rutinitas baru. Yaitu tiap malam menangis.


Tahap 9 : Tiap malam kamu dengerin lagu galau, lalu nangis, sambil main HP.


Tahap 10 : Kamu merasa gak kuat. Kamu rindu!!!!
Mulai mencari sesuatu yang bisa ngeredain rindu. Contohnya sebuah foto, tapi kamu gak nemuin itu di galeri. Lalu buka sosial medianya. Tapi gak jadi karena dengan ngelihat sosmednya, kamu ngerasa dia bahagia di sana.
Karena menyakitkan saat tahu dia sudah bisa bahagia bersama orang lain. Lalu kamu coba bukain history chat kamu sama dia. Tapi sialnya gak ada! Karena kamu inget, history chat itu udah kamu hapus.


Tahap 11 : Kamu gak kuat. Ada keinginan buat chat dia tapi gak berani.
Jadi yang kamu lakukan hanya 'melihat status online'-nya.
Di keidupan sehari-hari, kamu pun seperti itu. Di sini kamu mulai berani lihat dia setelah berhari-hari coba buat gak natap dia. Di situ kamu ingin nangis. Tapi kamu tahan sekuat tenaga. Kamu juga sakit hati saat tahu dia sudah bahagia bersama orang lain,  serta merasa minder.


Tahap 12 : Kamu benar-benar hancur. Kamu ingin kembali seperti dulu bersama dia. Kamu mulai googling, sharing, buka quote-quote tentang cinta.
Kamu jadi baperan.


Tahap 13 : Karena gak kuat, kamu pengen banget hubungin dia.
Tapi di sini lah yang menentukan kamu bakal sukses move on atau enggak.


Percayalah kawan, dari tahap 1 sampai 12 itu normal terjadi. Dan penentu semuanya ada di tahap 13.


Kamu yang nentuin. Tetap nikmatin sakitnya sampai ngerasa terbiasa atau gak tahan dengan sakitnya tapi kamu bakal ngerasain sakit lagi, bahkan berlipat rasa sakitnya. Karena apa? Karena kamu udah jatuh di lubang yang sama.


Kunci sukses move on itu lost kontak! Jadi usahain kalau emang belum bisa move on, jangan kentekan sama dia.


Jad di tahap 13 ini!!!!! KUBUR KEINGINAMU BUAT BUBUNGIN DIA!


Karena kalau gak gitu, suatu hari saat kamu ingin move on lagi, kamu bakal ngelewatin tahap 1 lagi. Sayang banget kan, udah jalan sampe tahap 13 tapi harus kembali ke tahap 1. Jadi dalam hal ini, terusin ke tahap 14 dengan gak hubungin dia.


Tahap 14 : Kamu sedih. Sedih yang berkali-kali lipat. Tapi kamu tetap pada pendirian buat gak ngechat dia.


Tahap 15 : Kamu mulai lemah. Gak kuat! Rindu!! Kamu mulai mencari hal-hal yang berbau dengan dia. Salah satunya sosmed.
Jika di awal kamu sakit hati karena di sosmed dia sudah bahagia bersama orang lain, tapi di sini kamu nekat buat buka. Yang kamu lihat pun sama. Dia bahagia bersama orang lain dan kamu sakit.
Tapi di sini kamu begitu benar-benar pintar membagi fokusmu hanya pada dia. Bukan pada 'orang lain' itu.
Kamu ngelihat fotonya, gak peduli komentar atau orang yang ada di samping dia foto. Ngelihat dia bahagia sepeti itu, kamu ngerasa kalau ... gak papa. It's okay. I'm okay.


Tahap 16 : Mulai berpikir kalau, cinta gak harus memiliki. Biarkan dia bahagia bersama orang lain.


Tahap 17 : Kamu nangis sejadi-jadinya. Pengen banget buat amnesia. Di kamar, kamu ngurung diri. Karena kamu sadar, cinta harusnya memiliki!! Kamu gak rela dia milik orang lain.
Dan ini terjadi untuk beberapa hari.


Tahap 18 : Perlahan tapi pasti, kamu bosen nangis.


Tahap 19 : Kamu benar-benar bosen dan gak tahu kenapa ada hal yang menyita perhatianmu. Bisa jadi itu manusia, kegiatan, hobi, benda, idola, dan lain sebagainya.


Tahap 20 : Tiap malem kamu udah gak sesering nangis kayak dulu. Sampai kamu udah gak nangis lagi karena dia. Dan mulai sibuk dengan hal yang kamu sukai.


Tahap 21 : Kalau ketemu dia udah mulai biasa. Bahkan udah bisa gak mandang dia tanpa memaksa hatimu melakukannya.


Tahap 22 : Kamu ngerasa udah move on. Lagu yang biasa kamu dengerin sekarang terasa hambar. Dan gak tahu makna dari liriknya. Kamu mulai hapus, ganti lagu baru.


Tahap 23 : Kamu benar-benar ngerasa udah move on.


Tahap 24 : Tapi tiba-tiba kamu senyum sendirian inget kenangan dulu sama dia.


Tahap 25 : Kamu tiba-tiba membuka sosial media dia. Sambil membatin, "Wkwk, biarin ah. Kan udah move on."


Tahap 26 : Kamu nginget hal manis dulu saat bersama dia. Kamu mulai kangen.
Dan yaaa, kamu kangen lagi.


Tahap 27 : Kamu mulai perhatiin dia lagi. Dan ngerasain kalau perasaan dulu belum benar-benar bersih terhapus dari hatimu.


Tahap 28 : Keseringan perhatiin dia, kamu lupa kalau dia udah punya yang lain. Lalu kamu ngelihat dia bersama orang lain. Tapi bedanya dengan dulu, di sini udah gak ada air mata.


Tahap 29 : Kam gak perhatiin dia lagi. Karena takut kembali suka sama dia.
Di sini kamu udah menjadi pribadi yang kuat. Udah gak gampang nangis. Pikiran jadi lebih positif thinking. Tapi perasaan padanya belum sepenuhnya hilang. Tapi kamu yakin, suatu saat pasti akan bersih tanpa setitik pun noda.


Tahap 30 : Kamu mulai pengen menjalin hubungan pertemanan sama dia. Dan sikapmu ke dia udah gak sedingin dulu saat kamu pengen move on. Udah kembali baik lagi.
Di sini kamu belum sepenuhnya telah move on, tapi dari dasar hatimu, kamu pengen gak jahat sama orang yang gak sadar nyakitin kamu.


Karena di sini kamu tahu, dia gak pernah nyakitin kamu. Kamu saja yang terlalu mencintainya.


The End


'Yes, i miss you. Tapi bukan berarti aku ingin kamu kembali'
*google*


Mencintai atau Dicintai? Pilih Mana?

Juni 25, 2018 0 Comments

Orang-orang pikir pasti lebih enak dicintai daripada mencintai. Karena dengan begitu kita tidak akan tahu bagaimana rasa sakit hati dan mengejar.



Pun kaum hawa pasti juga berpikir, kosa kata 'mencintai' hanya pantas dipakai kaum adam. Para wanita tidak pantas.


Begitu?


Kalau rupa kalian cantik, pasti bisa dengan mudah mendapatkan orang yang mencintai kalian. Meski kalian tidak akan tahu apakah perasaan yang diberikan itu tulus atau tidak. Tapi untuk orang-orang dengan rupa kurang menarik? Kasihan sekali. Haha.


Like me! 😂


Mencintai dan dicintai.


Percayalah, lebih indah mencintai daripada dicintai. Lebih enak memberikan perasaan daripada menerima perasaan orang lain.


Tak hanya itu, jika kalian mencintai seseorang, kalian akan tahu 'tulus atau tidakkah perasaan kalian pada orang tersebut'.
Berbeda dengan dicintai. Kamu hanya bisa nerima. Tanpa tahu si dia tulus mencintaimu atau tidak.


Setidaknya saat kalian mencintai seseorang, kamu tahu perasaanmu tulus atau tidak saat itu. Tanpa peduli bagaimana perasaan orang yang kamu sukai itu bertepuk tangan padamu atau bertepuk sebelah tangan.


Yang penting kita sudah melaksanakan tugas kita. Yaitu 'mencintai dia'.


Iya, tugasku hanya mencintaimu. Soal kamu suka kepadaku atau tidak itu urusanmu.


Terus kalian pernah merasa takut atau tidak dengan perasaan orang yang mencintai kalian jika kamu di pihak 'dicintai'?


Pernah merasa ....


"Ah, apakah aku menyakiti hatinya?"


"Apa dia baik-baik saja aku cuekkan?"


"Kenapa dia begitu tergila-gila padaku?"


"Aku tidak pernah merindukannya, tapi dia selalu rindu padaku. Apa dia baik-baik saja dengan hal itu?"


"Apa dia tidak apa-apa karena aku belum menyukainya?"


Dan lain-lain.
Pernahkah berpikir begitu. Pernahkah hanya berpikiran seperti itu kamu khawatir dengan perasaan manusia lain yang tersakiti hanya karena kejujuran hati kamu yang belum bisa menerima cintanya?


Karena bagaimanapun itu, dia mencintaimu karena kamu! Kamu juga yang harus tanggung jawab karena telah membuatnya suka padamu.
Meski kebanyakan hanya dibiarkan saja. Berpikir, toh nanti lama kelamaan dia gak suka.


Aku ngerasain hal itu. Dan sangat-sangat membuat hati tak tenang. Aku selalu khawatir pada orang yang menyukaiku.
Dan aku selalu berharap, semoga orang-orang yang menyukaiku tidak pernah tersakiti.


Bahkan aku pernah mengatakan pada seseorang, jika aku menyakitimu, maka bilang ....


Karena perasaanmu padaku ... itu tanggung jawabku.


Dan aku benci harus merasa dicintai. Karena kita gak bisa milih siapa orang yang mencintai kita.


Lebih enak mencintai. Kita bisa milih.


Juga, kalian akan bisa merasakan enaknya berjuang. Berlari, jatuh, bangun, dan melayang sejenak lalu jatuh lagi. Itu perasaan menyenangkan.


Membuat hidup tidak terasa datar.


And dear diary ....


Hidupku begitu datar sekarang, aku harap bisa menemukan orang yang aku cintai yang bisa menghancurkan hatiku.


Breaks my heart again and again. Because, I love it!


:*



Kamis, 21 Juni 2018

Cinta yang Tulus dan Berharga Tidak Pernah diumbar dengan Kata-Kata

Juni 21, 2018 0 Comments

Kalimat itu telat menyadarkan kita.


Iya, kita. Atau mungkin aku?



Cinta yang tulus dan berharga tidak pernah diumbar dengan kata-kata. Harusnya aku menyadari itu lebih dulu sebelum dengan gila dan tak tahu malu mengkoar-koarkan, "Aku cinta kamu! Aku cinta mati sama kamu!"


Jika dilihat dari susunan katanya, terdengar begitu berlebihan. Di telinga orang lain pun pasti yang mendengar akan bergidik dengan tingkah kita yang terkesan lebay.


Lebay itu cinta.
Hanya orang sedang jatuh cinta saja yang tidak sadar dirinya lebay saat itu.


Dan bukankah terlihat terlalu ngotot jika kalimat-kalimat cinta diutarakan?


Seolah, "Hey!! Aku suka kamu! Kamu harus tahu itu!!"


Seperti pemberitahuan yang dilakukan dengan kasar.
Kasar jika yang menerima kalimat itu sama sekali tak memiliki perasaan padanya.  Hingga bisa saja di hati orang yang diberitahu bergumam, "Memang apa peduliku?"


Begitu rumit.
Entah tulus itu di sini diartikan seperti apa.


Atau mungkin diartikan dengan cinta yang tidak perlu mendapat balasan : 'cinta diam-diam'??
Cinta yang tak ingin sama sekali diketahui oleh orang lain.


Kalian pun pasti tahu, 'cinta diam-diam' adalah cinta yang paling tulus.
Mereka tidak perlu diketahui. Tidak perlu menginformasikan perasaannya. Sudah cukup dengan kediaman mereka.


Cukup melihat dia baik-baik saja. Bahagia bersama orang lain. Meski hakikatnya cinta juga menginginkan untuk dicintai.


Love is wanting to be loved.


Tapi jika dilihat dari realita sekarang, tampaknya cinta semacam itu tidak akan terjadi. Apalagi semuanya serba butuh pengakuan. Dan hanya dari 'kalimat' saja mereka membutuhkan pengakuan tersebut. Tindakan, perlakuan, dan segala hal yang tidak diungkap dengan kata-kata tidak cukup untuk mereka.


Aku pun berpikir begitu.


Cinta yang diutarakan, bukanlah cinta yang tulus.
Tulus di sini akan kuartikan, 'tidak berharap untuk memiliki'.


Cinta yang diutarakan hanya dilakukan oleh orang yang ingin dicintai dengan cinta mereka. Menginkan respon balik dari perasaan mereka. Menginginkan dirinya.


Sementara cinta yang tidak diutarakan, adalah cinta yang tidak berharap lebih untuk diinginkan.


Entahlah, apa masih ada di sini orang yang cuma ingin mencintai sendirian.



TRESNOE

Juni 21, 2018 0 Comments

Tresnoe adalah plesetan dari Tresna. 

Tresna itu sinonim dari 'cinta'.

Entahlah, apa hanya aku saja di sini yang merasa pembahasan 'cinta' itu tidak ada habisnya. Dan sangat menyenangkan untuk dibahas.

'Cinta' selalu saja menyenangkan untuk dibahas. Apalagi bagi kamu yang kebetulan sedang jatuh cinta.

Jatuh cinta???

Tak hanya jatuh cinta.

Patah hati ... :(

Masih polos soal cinta.

Bahkan yang belum pernah merasakan cinta 'sepertinya' tetap cocok menjadikan 'cinta' sebagai topik pembahasan.

Aku semangat sekali membuat blog ini. Karena aku semangat jika sesuatu disangkut-pautlan dengan 'cinta'.

Seru!

Tapi bukan berarti aku pakar cinta karena telah sok-sokan membuat blog ini.

Aku tak tahu apapun tentang cinta (mungkin). Aku hanya SOK TAHU tentang cinta.

Jadi apa yang aku bagi di sini, adalah apa yang aku sok-sok ketahui.

Biarkan aku memuntahkan segala opiniku tentang cinta di sini. Jika opini itu salah, tolong benarkan!

Dan ajari.

Tresno ....
Loves is wanting to be loved.

I Love You




*ihh jinjaaayyy
😬