Tahapan Move On itu rumit.
Ada waktu di mana ia ingin kembali ke tempatnya memberikan hatinya. Ada juga saat ia begitu membuang muka saat mengingat kenangan, saat berpapasan, bahkan begitu semangat ingin melupakannya. Ada juga tahapan saat tiba-tiba kamu lelah. Lalu mulai tergoda untuk kembali, tapi kadarnya di sini masih sedikit. Tapi ada juga yang mengalami kadar tinggi.
Hingga orang-orang menyebutnya sebagai 'kegagalan'
Gagal Move On.
That's normal!
Santai! Semua orang ngerasain itu.
Karena memang itu tahapnya. Lebih jelasnya seperti ini
Tahap 1 : Di sini kamu merasa begitu semangat! Sudah berkeputusan bulat! Kamu akan melupakannya!!! Dan kamu pikir itu sangat mudah!!
Tahap 2 : Kamu semakin menggila. Mulai menghapus semua yang berhubungan dengan dia. Dari mulai foto, history chat, menghapus dia dari pikiran, membuang sesuatu hal yang berkaitan dengan dia, bahkan menghapus kontak atau memblokirnya. Padahal memblokir kontak itu tanda kamu belum bisa move on :p
Tahap 3 : Memulai kegiatan rutin seperti biasa. Dan jika ada hal-hal yang berhubungan dengan dia, kamu akan menolak keras.
Seperti ada teman yang berbicara tentang dia. Mengajak ke tempat dia berada, dan lain-lain.
Di tahap ini, kamu juga mulai bersikap dingin pada dia jika tak sengaja bertemu.
Tahap 4 : Yang terjadi tak jauh beda dengan tahap ketiga.
Tahap 5 : Mulai mengoleksi lagu galau. Entah itu lagu tentang rindu, patah hati, cinta. Dan itu mulai kamu dengarkan tiap malam atau saat sendirian.
Tahap 6 : Kamu lebih banyak melamun. Dengan ditemani lagu-lagu tadi.
Tahap 7 : Mood-mu gampang berubah. Tapi lebih banyak kamu seperti selalu ingin marah-marah.
Tahap 8 : Di tahap ini, kamu mulai rutinitas baru. Yaitu tiap malam menangis.
Tahap 9 : Tiap malam kamu dengerin lagu galau, lalu nangis, sambil main HP.
Tahap 10 : Kamu merasa gak kuat. Kamu rindu!!!!
Mulai mencari sesuatu yang bisa ngeredain rindu. Contohnya sebuah foto, tapi kamu gak nemuin itu di galeri. Lalu buka sosial medianya. Tapi gak jadi karena dengan ngelihat sosmednya, kamu ngerasa dia bahagia di sana.
Karena menyakitkan saat tahu dia sudah bisa bahagia bersama orang lain. Lalu kamu coba bukain history chat kamu sama dia. Tapi sialnya gak ada! Karena kamu inget, history chat itu udah kamu hapus.
Tahap 11 : Kamu gak kuat. Ada keinginan buat chat dia tapi gak berani.
Jadi yang kamu lakukan hanya 'melihat status online'-nya.
Di keidupan sehari-hari, kamu pun seperti itu. Di sini kamu mulai berani lihat dia setelah berhari-hari coba buat gak natap dia. Di situ kamu ingin nangis. Tapi kamu tahan sekuat tenaga. Kamu juga sakit hati saat tahu dia sudah bahagia bersama orang lain, serta merasa minder.
Tahap 12 : Kamu benar-benar hancur. Kamu ingin kembali seperti dulu bersama dia. Kamu mulai googling, sharing, buka quote-quote tentang cinta.
Kamu jadi baperan.
Tahap 13 : Karena gak kuat, kamu pengen banget hubungin dia.
Tapi di sini lah yang menentukan kamu bakal sukses move on atau enggak.
Percayalah kawan, dari tahap 1 sampai 12 itu normal terjadi. Dan penentu semuanya ada di tahap 13.
Kamu yang nentuin. Tetap nikmatin sakitnya sampai ngerasa terbiasa atau gak tahan dengan sakitnya tapi kamu bakal ngerasain sakit lagi, bahkan berlipat rasa sakitnya. Karena apa? Karena kamu udah jatuh di lubang yang sama.
Kunci sukses move on itu lost kontak! Jadi usahain kalau emang belum bisa move on, jangan kentekan sama dia.
Jad di tahap 13 ini!!!!! KUBUR KEINGINAMU BUAT BUBUNGIN DIA!
Karena kalau gak gitu, suatu hari saat kamu ingin move on lagi, kamu bakal ngelewatin tahap 1 lagi. Sayang banget kan, udah jalan sampe tahap 13 tapi harus kembali ke tahap 1. Jadi dalam hal ini, terusin ke tahap 14 dengan gak hubungin dia.
Tahap 14 : Kamu sedih. Sedih yang berkali-kali lipat. Tapi kamu tetap pada pendirian buat gak ngechat dia.
Tahap 15 : Kamu mulai lemah. Gak kuat! Rindu!! Kamu mulai mencari hal-hal yang berbau dengan dia. Salah satunya sosmed.
Jika di awal kamu sakit hati karena di sosmed dia sudah bahagia bersama orang lain, tapi di sini kamu nekat buat buka. Yang kamu lihat pun sama. Dia bahagia bersama orang lain dan kamu sakit.
Tapi di sini kamu begitu benar-benar pintar membagi fokusmu hanya pada dia. Bukan pada 'orang lain' itu.
Kamu ngelihat fotonya, gak peduli komentar atau orang yang ada di samping dia foto. Ngelihat dia bahagia sepeti itu, kamu ngerasa kalau ... gak papa. It's okay. I'm okay.
Tahap 16 : Mulai berpikir kalau, cinta gak harus memiliki. Biarkan dia bahagia bersama orang lain.
Tahap 17 : Kamu nangis sejadi-jadinya. Pengen banget buat amnesia. Di kamar, kamu ngurung diri. Karena kamu sadar, cinta harusnya memiliki!! Kamu gak rela dia milik orang lain.
Dan ini terjadi untuk beberapa hari.
Tahap 18 : Perlahan tapi pasti, kamu bosen nangis.
Tahap 19 : Kamu benar-benar bosen dan gak tahu kenapa ada hal yang menyita perhatianmu. Bisa jadi itu manusia, kegiatan, hobi, benda, idola, dan lain sebagainya.
Tahap 20 : Tiap malem kamu udah gak sesering nangis kayak dulu. Sampai kamu udah gak nangis lagi karena dia. Dan mulai sibuk dengan hal yang kamu sukai.
Tahap 21 : Kalau ketemu dia udah mulai biasa. Bahkan udah bisa gak mandang dia tanpa memaksa hatimu melakukannya.
Tahap 22 : Kamu ngerasa udah move on. Lagu yang biasa kamu dengerin sekarang terasa hambar. Dan gak tahu makna dari liriknya. Kamu mulai hapus, ganti lagu baru.
Tahap 23 : Kamu benar-benar ngerasa udah move on.
Tahap 24 : Tapi tiba-tiba kamu senyum sendirian inget kenangan dulu sama dia.
Tahap 25 : Kamu tiba-tiba membuka sosial media dia. Sambil membatin, "Wkwk, biarin ah. Kan udah move on."
Tahap 26 : Kamu nginget hal manis dulu saat bersama dia. Kamu mulai kangen.
Dan yaaa, kamu kangen lagi.
Tahap 27 : Kamu mulai perhatiin dia lagi. Dan ngerasain kalau perasaan dulu belum benar-benar bersih terhapus dari hatimu.
Tahap 28 : Keseringan perhatiin dia, kamu lupa kalau dia udah punya yang lain. Lalu kamu ngelihat dia bersama orang lain. Tapi bedanya dengan dulu, di sini udah gak ada air mata.
Tahap 29 : Kam gak perhatiin dia lagi. Karena takut kembali suka sama dia.
Di sini kamu udah menjadi pribadi yang kuat. Udah gak gampang nangis. Pikiran jadi lebih positif thinking. Tapi perasaan padanya belum sepenuhnya hilang. Tapi kamu yakin, suatu saat pasti akan bersih tanpa setitik pun noda.
Tahap 30 : Kamu mulai pengen menjalin hubungan pertemanan sama dia. Dan sikapmu ke dia udah gak sedingin dulu saat kamu pengen move on. Udah kembali baik lagi.
Di sini kamu belum sepenuhnya telah move on, tapi dari dasar hatimu, kamu pengen gak jahat sama orang yang gak sadar nyakitin kamu.
Karena di sini kamu tahu, dia gak pernah nyakitin kamu. Kamu saja yang terlalu mencintainya.
The End

Tidak ada komentar:
Posting Komentar